Kulit atau Fabric?

Kursi merupakan item furniture yang tidak bisa dipisahkan dalam aktivitas manusia. Bahkan beberapa orang menghabiskan sebagian besar waktunya di kursi. Contohnya di kantor, ketika bekerja tentu kita membutuhkan sebuah kursi kantor yang nyaman untuk menunjang aktivitas kerja kita karena hampir sebagian waktu kita di kantor dihabiskan dengan duduk di kursi kantor.

Sepanjang sejarah perkembangnya, kursi tidak lagi hanya bernilai fungsi namun juga estetis bahkan bisa meningkatkan gengsi pemakainya. Kursi bisa juga bermakana konotatif, seperti digunakan dalam masa pemilu yang lalu. Kursi juga mempunya makna simbolik menyangkut status sosial maupun identitas pengguna. Sedangkan kursi itu sendiri bisa juga bernilai lebih karena dipengaruhi oleh bahan dan kualitas material yang digunakan.

Kulit sudah lama menjadi bahan pelengkap kursi. Seperti halnya yang digunakan untuk bahan director chair atau secretary chair. Bahan kulit mempunyai tampilan yang elegan dan klasik.  Untuk kenyamanan juga kemewahan, bahkan kursi berbahan kulit bisa menjadi penanda status sosial juga ekonomi pemiliknya.  Selain harganya kulit juga mempunyai keunggulan lain, kulit termasuk material yang awet dan tahan lama, tentu dibarengi dengan perawatan khusus yang bisa memperpanjang usia kursi tersebut.

Sedangkan oscar atau fabric digunakan untuk kursi dengan harga yang lebih ekonomis. Oscar merupakan bahan sintetis yang menyerupai kulit. Oscar sering digunakan untuk bahan pelapis kursi makan, sofa atau pun kursi kantor. Sedangkan fabric biasanya sering digunakan untuk kursi tunggu. Kelebihannya fabric mempunyai pilihan warna dan pola yang menarik, sehingga bisa disesuaikan dengan interior ruangan .

Baik bahan kulit, sintetis, maupun fabric jelas mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing. Perlu juga disesuaikan dengan kebutuhan dan penggunaannya. Banyak toko atau distributor furniture baik untuk kantor maupun rumah yang menawarkan ragam kursi baik jenis, model maupun material yang digunakan.